Ketika pertama kali saya
berbicara di depan umum, saya merasa kikuk yang luar biasa. Semua perkataan
yang sudah dipersiapkan dengan matang, tiba-tiba menghilang dari pikiran saya. Konsentrasi
pun buyar. Saya bingung, harus bicara apa? Saat dipaksakan untuk bicara, susunan kata dan
arahnya tidak jelas. Mungkin orang yang mendengarkannya pun tidak akan memahami
apa yang saya maksudkan. Istilahnya, saya mengalami “demam panggung”.
Dan, terus terang saya kagum
dengan salah seorang teman yang begitu lancarnya bicara. Kata-katanya seolah-olah mengalir
begitu saja tanpa dibuatkan konsep terlebih dahulu. Sikapnya tenang tanpa
beban. Orang yang mendengarkannya pun memahaminya dengan mudah. Interaksi dan
komunikasi berjalan dengan lancar. Luar bisa! Saya kagum dan terus terang
merasa iri.
Lalu saya membuat perbandingan. Apa
yang membedakan saya dengan dia? Setelah dipikirkan dan dipertimbangkan dengan
matang, saya menarik sebuah kesimpulan. Saya baru pertama kali berbicara di
depan umum, sedangkan dia sudah terbiasa. Sekali lagi, dia sudah terbiasa. Itu kuncinya.
Jadi, kebiasaanlah yang membuat orang menjadi hebat.







0 komentar:
Posting Komentar