Sudah merupakan kebiasaan saya pada masa sekolah dulu,
apabila sedang libur saya melakukan perjalanan keliling desa, masuk ke
pelosok-pelosok kampung. Dalam setiap
perjalanan itu saya merasa ada sesuatu yang menyelinap ke dalam sanubari. Ternyata
di luar rumah, banyak sekali pelajaran hidup yang bisa diperoleh. Tidak hanya
di bangku sekolah, dalam setiap perjalanan pun pelajaran-pelajaran itu
bermunculan di depan mata.
Pada suatu hari saya memasuki sebuah perkampungan. Di kampung
tersebut penduduknya secara umum hidup bertani. Tetapi, di samping itu juga sebagian dari mereka ada
yang berusaha dengan membuat batu-bata. Kehidupan mereka sungguh sederhana dan
tenang. Saya merasakan denyut kehidupan di kampung tersebut begitu damai
meskipun mungkin masih jauh dari kecukupan.
Yang menarik perhatian saya, ketika saya berjalan membuntuti
seorang pria setengah baya. Di sebuah tikungan ia berbelok. Kemudian menuruni
tanah galian yang cukup dalam dan lebar. Pada saat sedang menuruni anak-anak
tangga tanah itulah saya baru mengetahui bahwa matanya terpejam. Ternyata ia
seorang tuna tetra. Dalam hati saya bertanya-tanya, kok, bisa orang buta
berjalan seperti orang normal, tanpa tongkat dan tidak tersandung sedikit pun. Sementara orang normal saja ada kalanya
tersandung dan terjatuh.
Setelah berada di dasar galian, pria tuna netra tersebut
kemudian mulai mencangkul-cangkul tanah. Menguleninya sampai likat. Kemudian memikulnya
dan membawanya ke atas.
Luar biasa! Saya benar-benar kagum. Ternyata kebiasaan yang
ia kerjakan setiap hari membuatnya mampu menegenali segala perubahan yang
dialaminya. Coba bayangkan tanah galian itu! Awalnya tidak ada. Ia menggalinya
secara bertahap, sehingga sekarang menjadi lubang besar, yang mungkin bisa saja
membuatnya tenggelam bila sudah tergenang air. Tetapi ia bisa mengenalinya dan
menghindarinya.
Betapa hebatnya suatu kebiasaan. Kebiasaan yang baik dapat
membuat kita selamat. Sedangkan kebiasaan yang buruk dapat membuat kita
mengalami penderitaan dan penyesalan yang tiada akhir.
Semoga bermanfaat.







0 komentar:
Posting Komentar