Pengikut

Diberdayakan oleh Blogger.
RSS
Post Icon

THE POWER OF HABIT (PART II)


Sudah merupakan kebiasaan saya pada masa sekolah dulu, apabila sedang libur saya melakukan perjalanan keliling desa, masuk ke pelosok-pelosok kampung.  Dalam setiap perjalanan itu saya merasa ada sesuatu yang menyelinap ke dalam sanubari. Ternyata di luar rumah, banyak sekali pelajaran hidup yang bisa diperoleh. Tidak hanya di bangku sekolah, dalam setiap perjalanan pun pelajaran-pelajaran itu bermunculan di depan mata.

Pada suatu hari saya memasuki sebuah perkampungan. Di kampung tersebut penduduknya secara umum hidup bertani. Tetapi,  di samping itu juga sebagian dari mereka ada yang berusaha dengan membuat batu-bata. Kehidupan mereka sungguh sederhana dan tenang. Saya merasakan denyut kehidupan di kampung tersebut begitu damai meskipun mungkin masih jauh dari kecukupan.

Yang menarik perhatian saya, ketika saya berjalan membuntuti seorang pria setengah baya. Di sebuah tikungan ia berbelok. Kemudian menuruni tanah galian yang cukup dalam dan lebar. Pada saat sedang menuruni anak-anak tangga tanah itulah saya baru mengetahui bahwa matanya terpejam. Ternyata ia seorang tuna tetra. Dalam hati saya bertanya-tanya, kok, bisa orang buta berjalan seperti orang normal, tanpa tongkat dan tidak tersandung sedikit  pun. Sementara orang normal saja ada kalanya tersandung dan terjatuh.

Setelah berada di dasar galian, pria tuna netra tersebut kemudian mulai mencangkul-cangkul tanah. Menguleninya sampai likat. Kemudian memikulnya dan membawanya ke atas.

Luar biasa! Saya benar-benar kagum. Ternyata kebiasaan yang ia kerjakan setiap hari membuatnya mampu menegenali segala perubahan yang dialaminya. Coba bayangkan tanah galian itu! Awalnya tidak ada. Ia menggalinya secara bertahap, sehingga sekarang menjadi lubang besar, yang mungkin bisa saja membuatnya tenggelam bila sudah tergenang air. Tetapi ia bisa mengenalinya dan menghindarinya.

Betapa hebatnya suatu kebiasaan. Kebiasaan yang baik dapat membuat kita selamat. Sedangkan kebiasaan yang buruk dapat membuat kita mengalami penderitaan dan penyesalan yang tiada akhir.

Semoga bermanfaat.


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Posting Komentar