Pengikut

Diberdayakan oleh Blogger.
RSS
Post Icon

THE POWER OF HABIT (PART I)


Betapa hebatnya kekuatan dari sebuah kebiasaan. Dengan melakukan kebiasaan-kebiasaan yang baik, maka suatu saat kita akan mendapatkan hasil yang tak terduga. Sebaliknya, kebiasaan-kebiasaan yang buruk, akan membuat kita merugi dan  menderita.

Sebuah cerita menarik dari Turki menginspirasi saya untuk memposting tulisan ini. 



Diceritakan,  di sebuah desa tingallah  keluarga miskin  dengan  dua anak, laki-laki dan perempuan.  Umur anak-anak tersebut kira-kira antara 10 tahun dan 7 tahunan.  Ayahnya pekerja serabutan, dan sekarang terbaring sakit akibat kecelakaan jatuh dari sepeda, sehabis bekerja memotong rumput di kota.

Si anak laki-laki ini memiliki keinginan yang sederhana, yaitu ingin memiliki sepasang sepatu. Karena, tanpa sengaja ia  menjatuhkan sepatu adiknya ke selokan pada saat pulang sekolah.  Arus air  selokan di tempat itu cukup deras. Begitu cepatnya sepatu si adik terseret arus air dan tersangkut di dalam got. Sepatunya pun tidak bisa ditemukan.

Setelah kejadian tersebut, sebagai konsekwensinya mereka harus  bergantian memakai sepatu yang sama (milik sang kakak) pada saat berangkat ke sekolah. Setiap pulang sekolah, si kakak lari secepatnya menuju ke  sudut belakang gedung rumah penduduk. Di  sana adiknya sudah menunggu untuk bergiliran memakai sepatu tersebut. Kejadian itu terus berlanjut setiap hari. Mereka merahasiakan kejadian ini kepada orang tuanya, karena takut dimarahi. Dan tidak mungkin dibelikan sepatu baru, karena orang tuanya juga tidak memiliki uang.

Pada suatu hari ada pengumuman perlombaan lari marathon antar sekolah dasar. Hadiahnya sangat menarik. Juara pertama dan kedua mendapatkan piala. Dan yang ketiga mendapatkan sepatu olah raga yang sangat bagus.

Si anak ini ingin mengikuti perlombaan tersebut karena ingin mendapatkan sepatu, tetapi gurunya menolaknya dengan alasan tertentu dan mungkin menyepelekannya. Si anak ini terus memaksa sehingga akhirnya bisa mengikuti perlombaan tersebut.



Ketika hari H-nya perlombaan dilaksanakan, ia berhasil melewati lawan-lawannya dan meninggalkan mereka jauh di belakang. Tetapi keinginannya hanyalah mendapatkan sepatu. Jadi, ia harus berada di urutan posisi ketiga. Maka,  ia pun berhenti dulu menunggu yang lainnya. Sayang, yang kemudian datang bersaing kecepatan ada tiga orang, sehingga  ia harus bersaing dengan ketiga anak tersebut. Ketika sudah mendekati  garis finish, ia  tidak bisa lagi mengontrol  posisinya. Maka, ia pun lari secepatnya dan berhasil mengalahkan yang lain. Akhrinya,  ia pun menjadi juara pertama.

Pihak sekolahnya sangat senang dengan hasil ini, terutama guru olah raganya. Kecuali si anak yang menang tadi, karena yang diinginkannya adalah sepatu, bukan piala.

Cerita ini sungguh menginspirasi. Betapa kebiasaan-kebiasaan itu memberikan dampak yang sangat besar bagi kehidupan kita. Dalam bidang apa pun, rutinitas yang dijalankan dengan sepenuh hati akan memberikan hasil yang memuaskan. Cobalah lihat sebuah lukisan  yang indah. Si pelukis pastinya tidak begitu saja bisa menghasilkan lukisan sebagus itu. Karya cipta hebat tersebut muncul secara bertahap karena ia melakukan kebiasaan melukis yang terus-menerus. Mungkin dari awalnya yang tidak bagus, akhirnya menjadi sangat bagus.

Mudah-mudahan ini bisa menginspirasi kita semua.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

1 komentar:

zuzzubaid mengatakan...

judul film nya ap???
dan blog download filmnya.
GAN

Posting Komentar