Betapa hebatnya kekuatan dari sebuah kebiasaan. Dengan
melakukan kebiasaan-kebiasaan yang baik, maka suatu saat kita akan mendapatkan
hasil yang tak terduga. Sebaliknya, kebiasaan-kebiasaan yang buruk, akan
membuat kita merugi dan menderita.
Sebuah cerita menarik dari Turki menginspirasi saya untuk
memposting tulisan ini.
Diceritakan, di sebuah
desa tingallah keluarga miskin dengan
dua anak, laki-laki dan perempuan.
Umur anak-anak tersebut kira-kira antara 10 tahun dan 7 tahunan. Ayahnya pekerja serabutan, dan sekarang
terbaring sakit akibat kecelakaan jatuh dari sepeda, sehabis bekerja memotong
rumput di kota.
Si anak laki-laki ini memiliki keinginan yang sederhana,
yaitu ingin memiliki sepasang sepatu. Karena, tanpa sengaja ia menjatuhkan sepatu adiknya ke selokan pada
saat pulang sekolah. Arus air selokan di tempat itu cukup deras. Begitu
cepatnya sepatu si adik terseret arus air dan tersangkut di dalam got.
Sepatunya pun tidak bisa ditemukan.
Setelah kejadian tersebut, sebagai konsekwensinya mereka
harus bergantian memakai sepatu yang
sama (milik sang kakak) pada saat berangkat ke sekolah. Setiap pulang sekolah,
si kakak lari secepatnya menuju ke sudut
belakang gedung rumah penduduk. Di sana
adiknya sudah menunggu untuk bergiliran memakai sepatu tersebut. Kejadian itu
terus berlanjut setiap hari. Mereka merahasiakan kejadian ini kepada orang
tuanya, karena takut dimarahi. Dan tidak mungkin dibelikan sepatu baru, karena
orang tuanya juga tidak memiliki uang.
Pada suatu hari ada pengumuman perlombaan lari marathon antar
sekolah dasar. Hadiahnya sangat menarik. Juara pertama dan kedua mendapatkan
piala. Dan yang ketiga mendapatkan sepatu olah raga yang sangat bagus.
Si anak ini ingin mengikuti perlombaan tersebut karena ingin
mendapatkan sepatu, tetapi gurunya menolaknya dengan alasan tertentu dan
mungkin menyepelekannya. Si anak ini terus memaksa sehingga akhirnya bisa
mengikuti perlombaan tersebut.
Ketika hari H-nya perlombaan dilaksanakan, ia berhasil
melewati lawan-lawannya dan meninggalkan mereka jauh di belakang. Tetapi
keinginannya hanyalah mendapatkan sepatu. Jadi, ia harus berada di urutan
posisi ketiga. Maka, ia pun berhenti
dulu menunggu yang lainnya. Sayang, yang kemudian datang bersaing kecepatan ada
tiga orang, sehingga ia harus bersaing
dengan ketiga anak tersebut. Ketika sudah mendekati garis finish, ia tidak bisa lagi mengontrol posisinya. Maka, ia pun lari secepatnya dan
berhasil mengalahkan yang lain. Akhrinya, ia pun menjadi juara pertama.
Pihak sekolahnya sangat senang dengan hasil ini, terutama
guru olah raganya. Kecuali si anak yang menang tadi, karena yang diinginkannya
adalah sepatu, bukan piala.
Cerita ini sungguh menginspirasi. Betapa kebiasaan-kebiasaan
itu memberikan dampak yang sangat besar bagi kehidupan kita. Dalam bidang apa
pun, rutinitas yang dijalankan dengan sepenuh hati akan memberikan hasil yang
memuaskan. Cobalah lihat sebuah lukisan yang indah. Si pelukis pastinya tidak begitu
saja bisa menghasilkan lukisan sebagus itu. Karya cipta hebat tersebut muncul secara
bertahap karena ia melakukan kebiasaan melukis yang terus-menerus. Mungkin dari
awalnya yang tidak bagus, akhirnya menjadi sangat bagus.
Mudah-mudahan ini bisa menginspirasi kita semua.








1 komentar:
judul film nya ap???
dan blog download filmnya.
GAN
Posting Komentar